Selasa, 08 November 2011

Selamat Datang Manusia ke 7 Milyar


Didin Wahidin (Uninus)

Bahan Renungan untuk Mahasiswaku, moga kita tambah bijak...

Ada macam-macam perasaan yang berkecamuk dalam hati ketika membaca berita datangnya manusia ke 7 Milyar di bumi ini, gembira,bahagia,sedih dan prihatin bercampur baur jadi satu. Hal itu disebabkan karena ada sementara ahli yang mengatakan bahwa 7 milyar adalah batas kenyamanan yang bisa kita rasakan di kehidupan kita di muka bumi ini, karena daya dukung berbagai sumber daya yang menopang kehidupan kita di bumi memiliki keterbatasan dan angka 7 milyar adalah angka kritisnya.

Berkaitan dengan manusia ke tujuh milyar ini, mari kita renungkan fenomena ini, paling tidak, akan ada dua kelompok besar menanggapi fenomena perkembangan jumlah penduduk bumi ini, yakni ada kelompok optimis, yang berpandangan bahwa manusia akan sanggup mengatasi masalah seberat apapun yang dihadapinya dengan akal (IPTEK) yang dimiliki atau dikembangkannya, jadi ya biarkan saja penduduk bumi berkembang alamiah. Ada juga kelompok pesimis, yang memiliki pikiran bahwa kalau perkembangan penduduk dibiarkan tidak terkendali dan terus bertambah maka bumi tidak akan mampu menopang berbagai kebutuhan kehidupan makhluk hidup yang ada di atasnya, musibah besar dong. Orang Indonesia biasanya mengambil jalur tengah, yakni berpihak kepada kelompok optimis semata dianggap salah, berpihak kepada kelompok pesimis juga salah, maka pendapat moderat menjadi pilihannya, yakni jumlah penduduk boleh berkembang tapi terkendali, maka muncullah program keluarga berencana, yang juga direspon berragam oleh orang Indonesia sendiri dengan berbagai argumennya.

Kita ketahui bahwa memang berkaitan dengan fenomena pertumbuhan penduduk ini juga berragam, ada di suatu belahan bumi yang pertumbuhannya positif (jumlah penduduknya bertambah) ada yang negatif (jumlah penduduknya berkurang) dan mungkin ada yang pertumbuhannya nol (tidak bertambah dan tidak berkurang) atau yang kita kenal dengan istilah Zero growth (Indonesia pernah mencanangkannya akan menjadi negara denagn zero growth pada 2012 mungkinkah ? ini kan dulu !!!, sekarang katanya bebas !!! karena reformasi, hati-hati !!!). Karena itu maka sikap terhadap pertumbuhan juga berragam ada yang membatasi pertumbuhan penduduk dengan sangat ketat, misalnya di China, ada pula yang moderat (dikendalikan dengan bijak melalui berbagai upaya)dan ada pula yang malah memberikan insentif (hadiah) bagi para ibu yang masih mau melahirkan karena pertumbuhan penduduknya negatif.

Ada sementara ahli yang menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat dan tidak terkendali adalah salah satu bentuk krisis dunia dari sekitar empat atau lima krisis yang mengancam kelestarian manusia atau bahkan makhluk hidup lain di muka bumi ini. Dengan asumsi bahwa jika tidak segera diatasi maka bukan tidak mungkin justru masalah ini akan menjadi salah satu penyebab awal terjadinya "KIAMAT". karena jika pertumbuhan penduduk tidak terkendali maka dalam mencukupi kebutuhan hidupnya manusia akan berrebut, berrebut, berrebut hingga mungkin manusia yang satu akan membunuh manusia yang lain. Lihat sekarang gejalanya, kriminalitas meningkat,bunuh diri banyak terjadi, perang terjadi di mana-mana, keributan sulit dihentikan, kelaparan terjadi di mana-mana. Negara yang satu menyerang negara yang lain seperti di Irak, Afghanistan dan di negara lainnya, memangnya berrebut apa ? tentu anda lebih tahu alasannya. Semoga Allah swt memberikan jalan terbaik bagi segenap makhluknya di muka bumi ini.

Selain pertumbuhan penduduk, krisis yang perlu diwaspadai dan juga mengancam kelestarian kehidupan di muka bumi adalah krisis energi (menipisnya sumber daya alam akibat pemanfaatan yang kurang bijak dan tidak memperhatikan kelestariannya), krisis lingkungan hidup (berkurangnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan akibat pengrusakan yang terus menerus terjadi akibat ulah manusia), krisis penyalahgunaan teknologi (penggunaan teknologi untuk hal-hal yang destruktif), dan tentu yang tidak kalah mengancam adalah krisis moral (menipisnya komitmen moral.

Mari kita renungkan dan mari kita mulai menyikapi dan mengatasinya dengan bijak... Ahlan wa sahlan manusia ke tujuh milyar, moga anda menjadi tonggak perenungan bagi semua manusia yang lain agar bumi tetap lestari...

Allah swt Maha Mengetahui segalanya. (Baleendah, November 2011)

1 komentar:

TAUFIK CHIDAYAT mengatakan...

Assalamualaikum Pak Haji,bagus sekali artikelnya di abad sekarang ini,benar sekali sekarang jaman krisis moral.Mungkin kah itu tanda-tanda nya kiamat akan segera datang. ikut share pak Haji