Rabu, 06 Juni 2012

Generasi Emas, se abad Indonesia dan guru PAUD

Oleh Didin Wahidin
(Sapaan Rindu untuk mahasiswaku di Prodi PG PAUD FKIP Universitas Islam Nusantara (UNINUS) dan para peserta dan alumni Program Pelatihan Guru PAUD LPPM Uninus)
Pada tahun 2045 negara kita tercinta (NKRI) akan genap berusia se abad, Pak Nuh (menteri Pendidikan dan Kebudayaan) jauh-jauh hari sudah mmencanangkan bahwa kado istimewa untuk perayaan hari ulang tahun se abad NKRI itu adalah tersedianya manusia-manusia Indonesia yang cerdas komprehensif (generasi emas) yang tentu bukan hanya pintar dan terampil tapi juga berkarakter (berakhlaq mulia). mereka adalah generasi yang produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi dengan alamnya, dan berperadaban unggul. Ssehingga NKRI kelak sudah makin dekat dengan predikat negara yang "baldatun Toyyibatun wa Robbun ghofuur", negara yang adil dan makmur dalam naungan rahmat dan barokah serta ampunan dan ridlo Allah swt. Amin... Kado yang diidamkan segenap anak bangsa itu bukan hal yang mudah untuk mewujudkannya, Kemendikbud katanya sudah memiliki grand design untuk menuju ke arah sana.  sebagai pendidik tentu tidak pantas untuk berpangku tangan, kita harus turut berpartisipasi karena kerja besar ini membutuhkan kerja sama semua anak bangsa, dan tentu mterutama para pendidik / guru yag memang memiliki kewajiban/tugas langsung menangani penyiapan kado itu, tentu guru PAUD ada di dalamnya.
Guru PAUD memiliki posisi yang sangat strategis karena yang ditangani adalah manusia-manusia Indonesia yang kata orang sedang berada pada usia emas (golden age) yakni usia yang akan sangat menentukan kecerdasan dan karakter manusia Indonesia masa depan. Bila diumpamakan sedang bercocok tanam maka kita seolah sedang menanam bibit-bibit baru tanaman yang kelak akan tumbuh dan berkembang sampai menghasilkan sesuatu. Tentu bila kita menanam benih yang baik dan dipelihara dengan baik maka ke depan juga akan berkembang tanaman yang baik dan semoga juga menghasilkan buah yang baik. Bila kita umpamakan komputer kita sedang memformat dan mempartisi komputer dan membuat folder-folder baru yang kelak akan menjadi tempat disimpannya file-file yang tentu saja kita berharap kita bisa menyimpan file-file yang baik bebas virus dan jika penyimpanan folder dan filenya baik maka kelak akan dapat dipanggil dengan mudah ketika diperlukan, cerdas tea. terkait pendidikan bagi anak usia dini  para penyair juga menggambarkan bahwa :"Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air"  belajar ketika usia dini akan melekat erat dibenak anak dan berdaya tahan lama, rasanya kita merasakan bahwa kebanyakan kita masih ingat hafalan hafalan do'a-do'a dan hafalan lainnya Yang dihafalkan ketika kita masih kecil.
Untuk mengisi "golden age" itu dengan baik diperlukan  guru yang baik, yang profesional agar anak-anak kita tidak salah didik dan salah asuh yang dapat berakibat pada gagalnya pendidikan anak anak kita. Kita semua maklum bahwa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, guru PAUD pun harus memiliki kualifikasi minimal sarjana (S1) dan memilki sertifikat pendidik PAUD, yang diasumsikan bahwa jika sudah berkualifikasi dan bersertifikat pendidik, para guru itu telah menguasai kompetensi-kompetensi (kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional) yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik. tentu juga kita berharaf bahwa para guru ini memiliki "science of teaching" dan "art of teaching" yang mumpuni untuk menjalankan tugasnya. apalagi sampai saat ini banyak pakar yang menyatakan bahwa di dunia pendidikan kita guru masih merupakan faktor penentu utama kualitas pendidikan. 
Demikian strategisnya posisi guru PAUD dalam "pembentukan manusia Indonesia masa depan" itu maka selayaknya para guru PAUD itu selain bukan orang "SEMBARANGAN", juga selayaknya senantiasa melakukan usaha yang sungguh-sungguh dilandasi niat pengabdian yang kuat dan tulus untuk mendidik anak bangsa yang diamanatkan kepadanya.
Apabila usaha kita ingin berhasil khususnya dalam bidang pendidikan lebih khusus lagi pendidikan bagi anak usia dini (PAUD) para ulama berpesan bahwa kita harus punya niat pengabdian yang lurus dan kukuh, istiqomah, sabar, sayang dan tawakkal kepada Allah swt.
Pertama NIAT yang lurus dan kuat, selayaknya dimaknai bahwa apa yang kita lakukan semata-mata ditekadkan lillahi ta'ala untuk melayani (servicing) kepentingan masyarakat dalam rangka mendidik anak-anak agar menjadi manusia manusia yang kelak akan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agamanya. Kita pun berharaf bahwa dengan demikian kita dapat memberi manfaat bagi masyarakat dalam rangka pengabdian (ibadah) kepada Allah swt. (Khairunnaas 'anfa'uhum linnaas). Insya Allah niat kukuh akan menjadi fondasi yang kuat bagi langkah-langkah berikutnya, niat merupakan awal yang harus diikuti dengan langkah nyata berikutnya. (kornun niyyah bifi'lihi)
Kedua ISTIQOMAH (konsisten), ini dimaknai bahwa ketika kita sudah meniati pekerjaan kita dengan lutus dan Kukuh, maka kita secara terus menerus berkelanjutan melakukan upaya upaya terbaik kita agar niat itu bisa tercapai dengan sebaik-baiknya (do the best). Misalnya guru PAUD terus menerus tiada pernah berhenti berrupaya meningkatkan profesionalitasnya dengan menngikuti pendidikan dan pelatihan atau melanjutkan pendidikan kePAUDannya ke jenjang pendidikan yang lebih tinghi sehingga pengabdian yang dilakukannya akan lebih berkualitas, kKinerjanya terus meningkat, performansinya makin prima, dengan kata lain "outstandingnya" O'k banget. Kita tentu mengenal "idza wusidal amru ilaa ghaira ahliha fantadziriss saa'ah" manakala suatu urusan ditangani oleh orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. artinya secara konsisten guru PAUD yang punya niat meningkatkan kualitas pendidikan PUD maka dia akan peduli pada peningkatan keahliannya.
Ketiga SABAR, sabar ini dimaknai sebagai komitmen untuk selalu melakukan segala niyat kita apa pun situai dan kondisinya. dalam berbuat kebaikan akan banyak  godaannya baik dari dalam diri kita sendiri maupun godaan dari luar yang dapat menyebabkan kegagalan kerja kita. Dari mulai honor yang mungkin belum memadai sampai gOdaan lain yang lebih besar. Kita harus teguh dan tangguh menghadapinya. selayaknya kita juga tidak kerja sendiri, bekerjasamalah dengan pihak pihak yang berkepentingan yang lain agar pekerjaan kita jadi ringan dan kita saling mendukung saling membantu dengan yang lain demi keberhasilan kita dalam menunaikan tugas/ kewajiban kita. Kita harus membangun saling pengertian dan membina kesefahaman dengan yang lain agar tugas kita berhasil.
  Keempat mengajar dengan penuh Kasih sayang (LOVING),  agar kita dapat melakukan tugas dengan baik dan sungguh sungguh selain niyat lillaahi ta'ala juga landasi kerja kita dengan CINTA, pakar bilang : ajari orang dengan hati, maka hasilnya akan sampai ke hati. Ajari anak didik kita dengan penuh kecintaan maka hasilnya anak didik kita akan menjai pecinta yang tulus. Jangan anggap mereka anak orang lain, anak didik kita adalah amanah yang haus kita ajari dengan penuh kecintaan, dengan penuh kasih sayang. Mereka adalah kebun subur yang jika ditanami cinta maka akan tumbuh cinta, yang kelak akan menyebar di muka bumi ini. "Irhamuu man fil ardli yarhamkum man fis samaa". Cintai sayangi makhluk Allah di muka bumi maka Allah akan menyayangi kita. Amin
Kelima TAWAKKAL, ilmu hakikatnya dari Allah..., hidayah hakikatnya dari Allah ... Karena itu jika ingin berhasil dalam mengajar dan mendidik anak didik kita maka setelah kita melakukan kerja keras yang tulus dan ikhlas maka serahkan kepada Allah hasilnya. Berdoalah agar Allah memberikan keberhasilan kepada setiap kerja dan usaha kita, kArena kita hanya bisa kberusaha, kita hanya diperintahkan oleh Allah untuk berusaha, hasilnya Allah lah yang menentukannya. Mintalah agar Allah memberikan yang terbaik sebagai hasil usaha kita... Mintalah agar anak didik kita dikaruniai hidayah agar mereka menjadi anak sholeh / sholehah yang akan menjadi ummat terbaik selama hidupnya, agar mereka menjadi rahmat bagi segenap alam, mereka "generasi emas" yang akan mengisi Indonesia dengan segala kebaikannya kelak. Generasi emas kado seabad Indonesia. generasi terbaik persembahan kita untuk Bangsa tercinta. Moga Allah memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita dalam mendidik anak bangsa yang kita cintai.
Allahummanfa'naa bimaa allamtanaa, wa 'allimnaa maa yanfa'una warzuqnaa ilman yanfa'unaa, birohmatika yaa arhamarroohimiin.amin Soekarno 530 di awal Juni'12 

Tidak ada komentar: