Minggu, 26 Januari 2014

UNINUS 136

UNINUS 136,
Uninus lahir atas inisiatif para ulama/cendikiawan muslim yang berfaham ahlussunnah waljamaah yang bernaung dalam organisasi sosial keagamaan terbesar di nusantara yakni Nahdlatul Ulama, yang menghendaki munculnya cendikiawan muslim yang berakhlaq mulia di seluruh lapisan masyarakat termasuk para penyelenggara negara pada tanggal 30 Nopember 1959 dengan nama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU). Lalu gonjang ganjing situasi politik dan keinginan untuk berkiprah lebih luas, keinginan untuk tampil lebih inklusif, disertai dengan bergabungnya beberapa perguruan tinggi dengan UNNU antara lain dari Universitas Ibnu Khaldun, Akademi Pendidikan Agama Islam dan beberapa perguruan tinggi lainnya maka UNNU berganti nama menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) sampai saat ini.
Pergantian nama ini tidak serta merta mengubah garis perjuangan Uninus, segala upaya kita pun senantiasa tetap berpijak pada tiga pilar utama yang diwariskan para pendiri Uninus, yang juga merupakan misi pendidikan nahdlatul ulama yakni pilar-pilar Keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan seperti yang kini diabadikan dalam nama yang indah Universitas Islam Nusantara. Dan tetap dengan motto ”membina nilai-nilai lama yang baik dan menggali nilai-nilai baru yang lebih baik” yang diadopsi dari kaidah ushul fiqh "almuhafadhatu 'ala al qodimi al shalih wa al akhdzu bi al jadiidi al ashlah".
Berbasis sejarah panjang Uninus yang kini telah memasuki usia 54 tahun, disertai kontemplasi panjang seluruh sivitas akademika Uninus, secara khusus disampaikan penghargaan terhadap renungan panjang dari sesepuh uninus Prof Dr Achmad sanusi, uninus mencanangkan jati diri keuninusan yang kokoh sebagai perguruan tinggi.
Jati diri uninus itu terrangkum dalam uninus 136. Satu visi, tiga komitmen dan 6 sistem nilai anutan.
Satu visi yakni : menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan mandiri. Tiga komitmen, yakni : komitmen keilmuan, keislaman dan kenusantaraan atau keindonesiaan.
Sementara 6 sistem nilai anutan meliputi : keutuhan dari sistem nilai teologis, fisis fisiologis, logis rasional, etis, estetis, dan nilai teleologis. nilai teologis menjadi nafas dan landasan untuk semua sistem nilai lainnya.
Moga seluruh sivitas akademika bisa mengamalkannya. (Didin Wahidin)

Tidak ada komentar: